"Anggi, Anggi ... nama Anggi ini sudah kamu panggil seumur hidup."Aska tidak menjawab.Keswan hanya bisa menerima kotak itu dan berkata, "Baik, aku mengerti."Bahkan untuk perjalanan jauh seperti ini pun, Aska masih menyiapkan begitu banyak benda untuk Anggi dan Luis, khawatir mereka akan bertemu hal-hal sesat atau gangguan di luar sana.Keswan menghela napas berulang kali, nyaris menyeka air matanya. "Dasar ... di usia segini masih harus menanggung perpisahan ...."Aska tersenyum menatapnya.Sepanjang hidupnya, perasaan Aska memang tidak terlalu besar. Selain kepada Anggi dan anak-anak Anggi, hampir tidak ada apa pun yang benar-benar mengikat hatinya. Namun saat melihat Keswan seperti ini, tetap saja timbul sedikit rasa sendu. "Baik. Aku berjanji, aku akan kembali untuk mengantarmu di akhir ajal nanti.""Pegang janjimu!""Ya. Aku akan pegang janjiku."Keswan tahu, Aska selalu menepati ucapannya. Jadi, dia pun menahan kesedihannya.Meski bakatnya tidak sebanding dengan Aska, selama hi
Read more