"Mas Bimo, mau teh atau kopi? Saya bikinin dulu, ya.""Teh saja, Bu. Nggak usah repot-repot," jawab Bimo sopan.Bunga yang sedang membereskan tasnya menoleh ke arah Bimo."Pak makasih banget ya, udah nganterin kami pulang. Pak Bimo nggak capek kan?""Nggak, Bunga. Saya senang bisa bantu. Lagipula, melihat keluarga kamu bahagia seperti ini juga bikin saya ikut senang." Bimo menggeleng sambil tersenyum.Bunga tersipu mendengar ucapan Bimo. la tidak tahu harus berkata apa selain mengucapkan terima kasih.Saat teh hangat disajikan oleh Bu Rasti, mereka duduk bersama di ruang tamu, mengobrol ringan tentang banyak hal. Bimo yang biasanya terlihat serius di kantor, kini terlihat lebih santai dan ramah."Mas Bimo, kalau sering main ke sini, hati-hati ya, nanti kami anggap keluarga sendiri," canda Bu Rasti penuh arti."Wah, kalau begitu saya harus sering-sering main ke sini, Bu." Bimo tertawa mendengar candaan itu.Bunga, yang duduk di sebelah ibunya, hanya bisa tersenyum mendengar percakapan
Last Updated : 2025-11-20 Read more