Bunga tersenyum pelan. "Pak Bimo, aku... aku merasa tidak pantas untuk bersanding dengan Pak Bimo," lirih Bunga.Bimo mengernyitkan dahi. "Kenapa kamu bilang begitu? Apa aku pernah memberi kesan kalau aku menganggap kamu rendah?""Bukan begitu, Pak. Aku cuma merasa, dari segi apa pun, aku. nggak sebanding sama Bapak. Bapak itu sukses, punya pekerjaan yang bagus. Sedangkan aku? Aku cuma gadis biasa dari keluarga yang sederhana, dan masih magang pula, tidak ada yang istimewa dari gadis sepertiku Pak," ujar Bunga dengan suara lirih.Bimo meraih tangan Bunga, membuat gadis itu terkejut. "Bunga, dengar. Aku tidak pernah melihat seseorang dari harta atau statusnya. Bagiku, yang penting adalah hatinya. Dan aku melihat sesuatu dalam dirimu yang nggak pernah aku temukan di orang lain. Kamu baik, perhatian, dan selalu memikirkan orang lain lebih dari dirimu sendiri. Itu yang membuatku jatuh cinta."Bunga menatap Bimo dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Kat
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-11-22 อ่านเพิ่มเติม