Lucas terbangun dari tidurnya di pagi hari. Suara bel dari pintu utama membangunkannya, disusul langkah kaki yang terdengar melintasi lorong, lalu suara pintu yang terbuka.Tubuhnya terasa gerah, lehernya basah—efek dari obat penurun demam yang ia minum semalam. Ia mendesah pelan, tubuhnya masih berat, tapi pikirannya mulai sadar.“Hei, kau membawanya?” terdengar suara Emily dari arah luar, samar namun jelas.“Good morning, Grace. Aku menaruhnya di bagasi mobil,” sahut suara laki-laki—dalam, khas, dan tidak asing. Lucas langsung tahu itu suara Samuel. Setelah itu, percakapan mereka tak terdengar lagi.Dengan seluruh tenaga yang tersisa, Lucas memutar tubuhnya di atas sofa dan berusaha bangkit. Ia menyandar sebentar, lalu melongokkan kepala ke arah jendela. Belum terlihat apa pun. Penasaran, ia berjongkok perlahan di atas sofa, tubuhnya condong ke depan, berusaha melihat lebih jelas ke halaman depan rumah.Dan di sana—tepat di sisi mobil—Emily tampak tertawa pelan, tersipu, berdiri di
Terakhir Diperbarui : 2025-11-30 Baca selengkapnya