Hujan tipis mengetuk kaca gedung, menciptakan ritme lambat yang memantul ke ruangan Leon yang remang. Meja besar dari kayu hitam dipenuhi berkas investigasi, peta kota dengan garis-garis merah, dan foto-foto buram yang hanya bisa dimengerti oleh orang yang sudah terlalu sering hidup di balik bayangan.Elera berdiri bersandar di dinding, masih mengenakan coat dokter yang basah di ujungnya. Rambutnya diikat seadanya, wajahnya lelah—tetapi matanya tetap tajam. Ia baru selesai shift panjang di rumah sakit.Leon tidak langsung menoleh saat ia masuk. Hanya suara laki-laki itu yang terdengar, rendah, nyaris seperti gumaman.“Terima kasih sudah datang, El.”“Kalau kamu bilang urgent, aku datang,” jawab Elera ringan, tapi ia tahu bukan itu esensinya. Leon jarang memakai kata itu kecuali benar-benar terjadi sesuatu.Sebelum Leon menjawab, pintu diketuk dua kali. Dante masuk membawa tablet, wajahnya tegang—berbeda dari biasanya. Biasanya Dante tenang, efisien, tidak banyak bicara. Tapi malam ini
Huling Na-update : 2025-11-16 Magbasa pa