Pagi datang dengan cara yang nyaris menipu.Cahaya matahari jatuh lembut ke ruang tengah, memantul di lantai marmer yang bersih, terlalu bersih. Elera sudah bangun lebih dulu—kebiasaan dokter yang tak pernah benar-benar pergi—menggendong salah satu bayi kembar sambil menepuk-nepuk punggung kecil itu pelan. Yang satunya lagi mengoceh pendek, bunyi-bunyi acak yang membuat Alfa tertawa sampai terjungkal ke sofa.“Dia bilang ‘ba’,” Alfa bersikeras. “Itu pasti ‘baik’.”Leon muncul dari arah koridor, kemeja belum sepenuhnya rapi. Ia menatap pemandangan itu sejenak—istri, anak-anak, rumah yang bernafas seperti rumah—lalu berkata pelan, “Kalau dunia berhenti sekarang, aku oke.”Elera melirik, setengah senyum. “Jangan ngomong gitu. Dunia kita belum selesai.”Kai masuk belakangan, langkahnya masih sedikit berat, tapi wajahnya terang. “Aku bikin janji terapi siang ini. Setelah itu, aku jaga anak-anak. Kamu operasi, kan?”“Siang,” jawab Elera. “Pendek. Aku balik cepat.”Dante berdiri dekat pintu,
Last Updated : 2025-12-27 Read more