Clara diam sepanjang perjalanan. Mobil mewah Raymond melaju dengan halus melewati jalanan yang mulai macet di sore hari.Raymond sesekali melirik Clara yang duduk dengan postur kaku, tangan terkepal di pangkuan, pandangan kosong menatap keluar jendela."Kamu ada masalah, Clara?" tanya Raymond akhirnya, mencoba memecah keheningan yang tidak nyaman.Clara tersentak sedikit, lalu menoleh. "Hmm... entahlah."Dia menarik napas, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih lembut, lebih diplomatis. "Tapi, em, maaf ya, Kak. Seharusnya, kita berdua sama-sama harus membuat nyaman satu sama lain kan..."Raymond mengangguk, ekspresinya sedikit melembut. "Iya dong. Itu sebabnya aku pengen kamu bilang aja kamu mau aku seperti apa dan bagaimana. Kamu ingin apa, supaya kamu bisa merasa nyaman."Clara terdiam sejenak, memilih kata-kata dengan hati-hati. Ini kesempatan. Kesempatan untuk menyampaikan perasaannya tanpa terlihat menolak secara frontal."Sebenarnya, ini akan sulit, Kak Ray. Boleh aku jujur?""
Last Updated : 2026-03-05 Read more