“Kau benar-benar akan melanjutkan ini? Apa kau sudah berpikir puluhan kali? Tidak ada yang terlewatkan?"Vyora mengangkat pandangannya dari kertas-kertas di atas meja, lalu menatap mata Leo yang tajam. Pria itu memang berbicara dengan tenang, tapi jelas ada sesuatu di dalamnya. Entah seperti kekhawatiran, rasa ingin tahu, atau mungkin juga sedikit rasa geli.“Iya, Tuan Leo. Aku akan melakukan rencanaku. Tentunya aku sudah memikirkan semua dengan matang,” jawab Vyora, sengaja memakai sapaan formal itu untuk menggoda.Leo mengembuskan napas, reflek menggeleng pelan. “Kau sungguh suka mempersulit hidupmu sendiri, ya, Sayang?”Vyora tersenyum mendengar panggilan itu, tapi tetap tidak goyah untuk memberi jawaban pasrah. “Susah? Tidak. Menantang? Iya. Aku tidak mau hanya jadi ‘wanita Leo Morgan.’ Aku ingin jadi Vyora Cessalie, di mana seseorang yang membangun kesuksesannya sendiri. Saatnya aku menunjukkan jadi diriku pada semuaa orang."Leo bersandar di sofa, satu tangan di sandaran, tampak
Read more