“Nona Vyora?”Vyora mendongak dari mejanya, terkejut oleh suara asing itu. Penanya terlepas dari jemarinya, meninggalkan noda tinta samar di sudut kertas yang sedang ia periksa. Berdiri di ambang pintu kantor kecilnya adalah seorang pria yang langsung ia kenali, meski mereka belum pernah bertemu secara langsung, Victor Grayson.Setelan jasnya yang rapi, rambut tersisir ke belakang, dan senyum percaya diri memberinya aura kekuasaan yang sulit diabaikan. Pria itu memegang koper kulit di satu tangan, sementara tangan lainnya santai di saku, seolah ruangan itu miliknya—dan mungkin, dalam pikirannya, memang begitu.“Tuan Grayson,” jawab Vyora hati-hati, berdiri. Jantungnya berdegup kencang. Apa yang dia lakukan di sini?“Tolong, panggil saja Victor,” jawabnya halus, melangkah masuk tanpa menunggu undangan. “Semoga aku tidak mengganggumu.”Cengkeraman Vyora pada tepi meja menguat. Ia memaksakan senyum sopan, menyembunyikan kegelisahannya. “Saya tidak menyangka … seseorang seperti Anda dat
Read more