Chapter 54 Bukan Musuh yang Terang Beberapa hari kemudian, Diego datang sendirian ke markas besar Genevece, tidak ada konvoi panjang maupun sirine. Mobil hitam itu berhenti di halaman markas Genevece tepat saat matahari mulai turun, cahayanya pucat dan dingin, memantul di marmer putih seperti kilau pisau. Dari balik jendela ruangan, Luke sudah berdiri sejak lima menit lalu. Ia tidak bergerak ketika pintu mobil dibuka, matanya mengikuti setiap detail, mulai dari sepatu kulit Diego yang menginjak kerikil, sampai caranya berdiri sejenak sebelum melangkah seolah menghitung napas. Luna berada di samping Luke, memeluk lengan pria itu tanpa sadar, jari-jarinya menekan kain jas Luke sedikit lebih erat dari biasanya. Sejak penculikan, tubuhnya seperti selalu mencari titik jangkar, dan Luke membiarkannya. Bahkan sekarang ia menggeser tubuhnya setengah langkah ke depan, posisi protektif yang terlalu halus untuk disebut sadar, tapi cukup jelas untuk dibaca oleh siapa pun yang terbiasa hidu
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-05 อ่านเพิ่มเติม