Dunia Ivy berhenti berputar. Rasanya gelap sesaat, namun ia tetap sadar. Alarm dalam dirinya memperingatkan untuk tetap berdiri, bertahan di sini.Ia memandang Ethan, lama sekali, seolah sedang mencari sedikit saja penyesalan di wajah pria itu, tapi ... yang ia temukan justru ketenangan yang menusuk.“Kau tahu,” ujar Ivy, serak dan hampir tak terdengar. “Kau tahu, tapi tetap … menyentuhku seperti aku ini istrimu?”Ethan mendekat selangkah, tangannya meraih, tapi Ivy mundur dua langkah sekaligus dan menggeleng kuat.“Istriku—”“Jangan panggil aku dengan sebutan itu!” bentaknya, nada suaranya benar-benar pecah. Merasa malu, bodoh, marah, kecewa, dan semua rasa sakit yang tidak bisa ia ungkapkan satu persatu. “Aku bukan istrimu, Ethan. Selama ini kau sengaja mempermainkanku. Aku seperti orang tolol yang bersandiwara di hadapan orang yang sudah tahu segalanya!”Napas Ivy memburu. Tangannya bergetar hebat saat ia menekan dada sendiri, mencoba menahan debar yang terasa menyakitkan. “Kau tah
Read more