Sejak malam itu, kabar tentang Tabib Bertopeng di desa Tanah Suci menyebar seperti angin.Orang-orang datang dari desa lain, membawa luka, penyakit, dan harapan yang nyaris padam.Pagi itu, klinik kecil Ardhana sudah ramai bahkan sebelum matahari muncul sempurna. Seorang pemuda dengan lengan bengkak, seorang nenek dengan napas sesak, dua anak kecil yang batuk parah, kini semua pasien tengah duduk rapi di luar, menunggu giliran.Dari dalam ruangan, terdengar suara lembut namun tegas.“Anak ini terlalu sering makan buah kering yang diawetkan,” ujar Ardhana sambil menatap bocah laki-laki yang duduk di pangkuan ibunya. “Tenggorokannya iritasi, bukan karena demam.”Si ibu tampak kebingungan. “Tapi Tabib… Kami pikir dia kena flu biasa.”“Tidak,” jawab Ardhana tenang, mencampurkan sedikit madu dengan akar putih di wadah kecil. “Flu membuat hidung tersumbat. Anakmu hanya sulit menelan karena luka di tenggorokan. Hentikan makanan kering selama tiga hari, dan beri ramuan ini tiga kali sehari.”
Last Updated : 2025-10-30 Read more