Adrian berdiri di depan cermin besar, memandangi pantulan dirinya dalam balutan jas pengantin berwarna navy yang elegan. Tangannya sibuk merapikan dasi yang sudah terpasang sempurna sempurna, lebih karena gugup daripada karena memang perlu dirapikan."Berhenti mengusik dasimu. Sudah bagus," ujar seseorang dari belakang.Adrian menoleh. Linda, ibunya, berdiri di pintu ruang ganti dengan senyum tipis di wajahnya. Wanita itu melangkah masuk, mengenakan gaun pesta berwarna champagne yang anggun."Mami," sapa Adrian.Linda mendekat, tangannya terulur untuk benar-benar merapikan dasi Adrian yang sebenarnya sudah rapi. Gerakan tangannya lembut, penuh kehati-hatian. Sangat berbeda dengan interaksi mereka beberapa bulan lalu."Kamu terlihat tampan," ujar Linda pelan. Matanya berkaca-kaca. "Sangat tampan."Adrian tersenyum tipis. "Terima kasih, Mami."Keheningan singkat melingkupi mereka. Linda menarik napas panjang, tangannya turun dari dasi Adrian ke lengan anaknya."Adrian," panggilnya pelan
Read more