Alvaro tersenyum samar. Tubuhnya menjulang, sorot matanya menusuk langsung ke dalam jiwa Randy. Nafasnya tenang, tapi penuh tekanan. Ia menunduk sedikit, bibirnya hanya berjarak beberapa senti dari telinga Randy.“Dengar baik-baik, Tuan Randy. Demi batu krikil, kau membuang berlian,” suaranya dalam, lirih, namun tajam bagai bilah pedang. “Kamu sudah membuangnya. Kamu sudah menghancurkannya. Sekarang, kamu tidak punya hak lagi. Amora adalah milikku, dan segera akan menjadi istriku. Sedangkan Emran, dia putraku. Jika kau berani menyentuh atau sekadar mengusik ketenangan mereka…” Alvaro menahan sebentar, lalu menatap lurus ke mata Randy, “Aku akan pastikan kau menyesal seumur hidup.”Senyum dingin mengembang di bibir Alvaro, sebelum akhirnya ia berbalik, masuk ke dalam mobil, dan duduk di samping Amora.Randy terpaku. Kata-kata itu menghantam dadanya lebih keras daripada pukulan apa pun. Jemarinya yang menggenggam kertas DNA bergetar hebat, lalu tanpa sadar, kertas itu terlepas dari tang
最終更新日 : 2025-09-05 続きを読む