Pagi itu, wajah Ikato tampak begitu bahagia. Pria tua itu duduk di kursi penumpang, jemarinya menggenggam tangan cucu kesayangannya dengan lembut.Di sisi lain, Alvaro duduk di sebelah sopir, menatap jalanan dengan ekspresi masam, mencoba menyembunyikan rasa tidak enaknya karena sedari tadi seolah menjadi orang ketiga di antara keduanya.Mobil hitam mereka melaju pelan di sepanjang jalan rindang. Sinar matahari pagi menembus sela pepohonan, menimbulkan pantulan lembut di kaca mobil.Di kursi belakang, Amora duduk tenang, tapi jantungnya berdebar hebat. Ada bayangan samar yang muncul dalam pikirannya, kenangan masa kecil yang sulit ia rangkai.“Kakek,” ucapnya pelan, “jalan menuju ke perusahaan Papi ini... tidak pernah berubah, ya? Padahal sudah puluhan tahun.”Ikato menoleh, menatap cucunya dengan senyum hangat yang menenangkan.“Iya, Mora. Dulu Hiroto pernah berpesan, jalan ini tidak boleh diubah. Ia ingin semuanya tetap sama... agar suatu hari kamu bisa mengingat setiap langkah menu
Terakhir Diperbarui : 2025-10-21 Baca selengkapnya