Setelah berhasil membangunkan Alvaro dengan “cara spesial”-nya, Amora melangkah menuju kamar putri cantiknya. Ia berhenti di depan pintu yang dicat warna pink lembut, dihiasi stiker unicorn dan bunga di sana-sini.“Nyonya Amora, nona kecil gak mau bangun,” lapor babysitter Zolin.“Biar saya saja yang bangunkan,” jawab Amora sambil tersenyum.Ia masuk ke kamar, lalu duduk di tepi ranjang sambil membelai lembut rambut putri kecilnya.“Zolin cantik, ayo bangun. Hari ini kamu harus ke sekolah,” bisiknya lembut.Gadis kecil itu tak menjawab, justru memeluk boneka beruangnya lebih erat.“Zolin… sayang, bangun. Mataharinya sudah tinggi,” panggil Amora lagi.Tetap tak ada jawaban, hanya keheningan yang manis.“Zolin, sudah pagi, ayo bangun.”Nada suara Amora tetap sabar, penuh kasih. Ia gemas melihat rambut Zolin yang berantakan dan wajah damainya saat tidur.“Sayang, ayo bangun,” ucapnya sambil mencubit pipi Zolin pelan.Anak kecil itu menggeliat, membuka mata setengah.“Hmm… Mommy, lima men
Terakhir Diperbarui : 2025-10-29 Baca selengkapnya