Suara musik lembut mengalun dari ruang keluarga.Tawa Dewi dan Rina sesekali terdengar, diselingi nyanyian fals tapi penuh kebahagiaan. Malam itu, suasana rumah Sanjaya berbeda dari biasanya lebih hidup, lebih hangat.Namun tidak di ruang makan.Di sana, hanya tinggal dua orang, Randy dan Luna.Di antara mereka, meja panjang yang penuh dengan sisa makan malam dan dua cangkir teh yang mulai dingin.Randy duduk tegak, pandangannya kosong menatap gelasnya.Ia sebenarnya ingin pergi, tapi langkahnya terasa berat. Ada sesuatu yang menahannya, mungkin rasa penasaran pada gadis yang duduk di seberang, yang tampak begitu tenang menikmati teh tanpa banyak bicara.Luna menatapnya sesekali.Bukan tatapan menghakimi, bukan juga ingin tahu berlebihan. Tatapannya seperti seseorang yang sedang membaca halaman buku dengan hati-hati, takut merobek halamannya.“Teh-nya mulai dingin,” ucap Luna lembut.Nada suaranya rendah, tenang, tapi cukup untuk membuat Randy menoleh.“Tidak masalah,” jawab Randy sin
Terakhir Diperbarui : 2025-10-26 Baca selengkapnya