Hari ini langit tampak cerah. Udara sejuk menembus jendela kaca besar, membawa aroma mawar dari taman belakang. Di ruang tamu yang megah namun terasa hangat, langkah-langkah pelan terdengar mendekat. Randy berdiri di depan pintu bersama ibunya, Dewi, dan Luna. Wajahnya tampak tegang, tapi matanya menyimpan tekad yang kuat. Sudah lama ia ingin datang ke tempat ini, bukan untuk mencari simpati, tapi untuk membuktikan bahwa dirinya kini berbeda. “Tenang, Nak,” ucap Dewi pelan, menggenggam tangan putranya. “Kalau niatmu baik, Tuhan akan bantu membuka hati mereka.” Randy hanya mengangguk. Napasnya berat, tapi langkahnya mantap. Pelayan membuka pintu, dan di dalam, Alvaro serta Yurika sudah menunggu. Alvaro berdiri tegak dengan senyum tenang di wajahnya. Yurika di sisi lain, duduk anggun sambil menatap tamu-tamunya dengan mata penuh kebijaksanaan. “Selamat datang,” ucap Alvaro ramah, menghampiri dan menjabat tangan Randy. “Terima kasih sudah datang ke sini.” Randy menunduk sedikit
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-10-31 อ่านเพิ่มเติม