Di awal minggu itu, Sarah merasakan suasana yang tidak nyaman ketika datang ke kantor. Entah mengapa, tampaknya ada beberapa orang yang terus menerus memperhatikannya. Namun Sarah berusaha menepis perasaan aneh tersebut. ‘Mungkin saja ini hanya khayalanku sendiri. Lebih baik aku fokus dengan pekerjaanku,' pikirnya. Saat memasuki ruangan divisi keuangan, dan melihat Susan yang sudah berada di mejanya, Sarah merasa lega. Hanya dengan melihat sahabatnya itu saja, perasaannya kembali rileks. “Hai, pagi, Susan!” sapanya begitu melangkah mendekat. Susan tersenyum riang. “Pagi! Kau terlihat cantik hari ini.” “Kamu juga,” ucap Sarah. “Wah, kau punya tas baru?!” Susan terbelalak melihat handbag yang dijinjing Sarah, hadiah dari suaminya dua hari lalu. “Aku sampai salfok. Bagus sekali, Sarah! Ternyata kau penggemar tas branded juga? Astaga... Berapa harganya, Sarah?” “Ah, aku tidak tahu, Susan. Ini hadiah,” jawabnya dengan jujur. “Dari suamimu?” Susan tampak tertarik. “Iya.” “Pantas saj
Last Updated : 2026-02-27 Read more