Di luar perkiraan Sarah, dirinya mampu bersikap tenang saat sarapan bersama Randy. Mungkin karena sejak keluar dari kamar hotel mereka, Randy pun hanya mengajaknya bicara tentang hal-hal yang ringan, tidak lagi terang-terangan menggodanya.“Apa kau suka sarapan ini?” tanya Randy perhatian.Sarah mengangguk. “Iya, semuanya enak. Aku suka.”“Kalau ada yang kau inginkan lagi, bilang saja. Aku akan mengambilkannya untukmu.”“Itu tidak perlu. Sudah terlalu banyak. Sepertinya aku tidak bisa nambah lagi.”Sejak tadi memang Randy yang bolak-balik mengambilkan berbagai jenis makanan dan minuman untuk Sarah. Ia tampak begitu memanjakan Sarah.Sudah lama Sarah tidak makan sebanyak ini untuk sarapan. Bahkan seringkali dia melewatkan sarapan dan baru makan di jam 12 siang, demi alasan penghematan tentu saja.“Oh ya Sarah, seperti yang kamu sudah tahu, siang ini aku akan berangkat ke Hongkong…” Randy membuka percakapan kembali.Sarah merasa lidahnya kelu. ‘Nah ini dia… Ini hal yang tidak terelakkan
Last Updated : 2025-05-15 Read more