Sarah sedang serius membuat laporan bulanan, ketika sebuah tangan cantik yang mengenakan gelang emas bermotif bunga lili muncul di mejanya, menyodorkan segelas es kopi. Tanpa perlu mengangkat kepala, Sarah sudah tahu pasti siapa pemilik tangan tersebut.“Terima kasih, Susan,” ucap Sarah.“Kamu serius sekali. Apa kamu tidak mau keluar makan siang?”“Ya sebentar lagi. Biar aku selesaikan yang ini dulu.” Tatapan mata Sarah masih tetap terfokus ke laptopnya.Dengan gerakan cepat Susan menutup laptop sahabatnya itu. Barulah Sarah mengangkat kepala dan memprotes. “Hei, apa yang kau lakukan?”“Kau harus makan siang. Waktu istirahat kita tinggal setengah jam,” sahut Susan tegas. “Lagipula, bukannya deadline laporan itu masih beberapa hari lagi?”“Ya, aku hanya ingin segera menyelesaikannya. Lebih cepat akan lebih baik, bukan?”Susan menggelengkan kepala. “Kau harus bisa menentukan prioritas. Pekerjaanmu bisa diselesaikan besok, tetapi perut lapar tidak bisa menunggu sampai besok. Kau harus me
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-05-20 อ่านเพิ่มเติม