“Kau sudah janji padaku. Dua kali janji. Apa semua itu akan kau ingkari?” Maureen cemberut lagi, “Iya, iya, aku tahu. Aku akan bicara padanya!” Maureen ingin melepaskan pegangannya, tapi Nathan memberikan kode pada Benny dan Carlos untuk membawa Lola keluar ruangan dokter tadi.“Loh, loh, mau kemana?” Maureen ingin melangkah, tapi sekali lagi ditarik oleh Nathan hingga dia akhirnya duduk lagi di pangkuan Nathan.Nathan pura-pura meringis saat Maureen mencoba mendorongnya.“Ma–maafkan aku, kau juga yang salah!” dengus Maureen, dia tidak berusaha keras lagi mendorong tubuh Nathan.Namun, Nathan seolah tidak ingin mendengarkan perkataannya, dia hanya lebih memepetkan tubuhnya.“Na–Nath, kau, kita uhm ….”Maureen merasa serba salah dan tidak enak. Tubuhnya ingin mendorong keras, tapi disisi lain dia merasa berhutang budi padanya.Pinggangnya malah semakin didorong masuk ke dalam pelukan. Sepertinya, Nathan hanya ingin memeluknya sesaat.“Rasanya aku ingin sekali menggigit dan memakannya
Last Updated : 2025-08-23 Read more