Mobil melaju beberapa saat.Latif berkata, "Ewan, sepanjang hidupku, aku paling menyesal sama Ega sekeluarga. Aku berharap di kehidupan berikutnya, masih ada kesempatan untuk menebus kalian.""Ini, peganglah."Latif mengeluarkan sebuah pil dari sakunya dan menyerahkannya kepada Ewan.Ewan mendekatkannya ke hidung untuk mencium aromanya, lalu bertanya, "Racun?""Ya." Latif berkata, "Kalau kita kalah tapi kamu belum mati dan Manggala ingin menyiksamu, minumlah pil ini, bisa mengurangi penderitaanmu."Ewan langsung meremas pil itu hingga hancur, lalu berkata, "Nggak perlu. Aku nggak akan membiarkan mereka menyiksaku. Aku akan bertarung sampai detik terakhir."Latif menghela napas, "Sifatmu yang ekstrem ini, benar-benar sama persis dengan Ega."Tiba-tiba, sopir menghentikan mobil."Pak, di depan ada yang mengadang," kata sopir.Ewan menjulurkan kepala melihat ke depan. Tampak ada ribuan orang yang berdiri di depan jalan, masing-masing memegang semangkuk arak di tangan.Pemimpinnya adalah C
Read more