Share

Bab 2051

Author: Rexa Pariaman
Umay terdiam sejenak, lalu menjawab, "Ewan, kamu ini seorang dokter, yang kamu lakukan adalah menyelamatkan orang. Aku juga tahu, kamu bukan orang yang haus membunuh."

"Kalau kamu ingin membunuh Willy, itu hanya bisa berarti, dia memang punya alasan yang membuatnya pantas mati. Aku nggak akan menyalahkanmu."

"Aku jadi tenang setelah mendengar ucapan Jenderal." Ewan melangkah meninggalkan Keluarga Polin.

Begitu dia pergi, dua penjaga kembali ke sisi Umay.

"Kalian tahu kejahatan apa yang telah dil
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2057

    Ewan balik bertanya, "Kenapa harus berlutut?"Pria tua itu membentak, "Siapa pun yang datang ke sini harus berlutut menyembah Penguasa Kota, ini adalah aturan Kota Terlarang!"Ewan mencibir, "Kalau aku nggak mau berlutut?"Wajah pria tua itu langsung menjadi dingin, "Kalau kamu berani nggak berlutut, aku akan membuatmu merasakan akibatnya.""Hm?" Mendengar suara itu lagi, Ewan langsung paham bahwa kedua pria tua ini adalah kasim.Ewan berkata dengan tenang, "Aku ingin lihat, memangnya apa akibatnya?""Cari mati!" Pria tua itu murka. Lalu, dia membungkuk ke arah tandu dan berkata, "Penguasa Kota, harap tunggu sebentar. Hamba akan memberi pelajaran pada bocah yang tidak tahu diri ini."Kemudian, pria tua itu melangkah mendekati Ewan sambil menggulung lengan bajunya dan berkata dengan suara dingin, "Bocah, kamu boleh sombong di luar sana, tapi ini Kota Terlarang. Nggak ada tempat untuk kesombonganmu.""Karena kamu nggak menghormati Penguasa Kota, jangan salahkan aku bersikap kasar. Coba k

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2056

    Ewan membunuh enam orang berturut-turut. Tindakannya tegas dan sikapnya sangat dominan. Seketika, dia berhasil mengintimidasi para tokoh besar yang hadir di tempat itu.Suasana kembali sunyi, tidak ada lagi yang berani berdiri untuk berbicara.Benar juga, menantang orang yang sudah siap mati, bukankah itu sama saja dengan cari mati sendiri?Travis melirik Ewan, sorot matanya penuh campuran emosi. Ewan kembali ke tempat duduknya.Beberapa saat kemudian.Krek.Pintu aula perlahan terbuka, Mahendra berjalan keluar dari dalam. Mahendra mengenakan jubah ungu bermotif naga, rambutnya diikat dengan mahkota emas, seperti seorang bangsawan zaman dahulu.Seketika, banyak orang berdiri dan membungkuk memberi hormat."Tuan Kedua!""Tuan Kedua!"Hanya Ewan, Latif, Dika, Widopo, Putri Naga, serta Umay dan Travis yang tetap duduk tanpa memberi hormat. Ewan dan rombongannya memang musuh Kota Terlarang, tentu tidak mungkin memberi hormat.Status Travis juga tidak memungkinkan dia merendahkan diri kepad

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2055

    Ewan tersenyum sambil bertanya, "Tadi kamu bilang nggak akan melepaskanku .... Aku ingin tahu, memangnya mau gimana kamu nggak melepaskanku?"Pria tua itu berkata, "Membunuh di depan umum, seharusnya dibayar dengan nyawa.""Baik!"Begitu kata itu keluar dari mulut Ewan, seluruh tempat langsung terkejut. Apa dia benar-benar mau menebus nyawa untuk kepala Keluarga Sriwandi?Bahkan kepala Keluarga Halim pun terlihat bingung. Dia bisa melihat bahwa Ewan adalah orang yang kejam, tapi tidak menyangka Ewan akan langsung setuju untuk menebus dengan nyawa.Kepala Keluarga Halim berkata, "Bocah, melihat kamu mau menebus nyawa, aku akan menyiapkan peti mati untukmu ....""Kamu salah paham." Ewan memotong ucapannya, lalu berkata, "Maksudku, kamu yang menebus nyawa."Sret!Saat kata-kata itu dilontarkan, Ewan sudah berada di depan kepala Keluarga Halim. Travis langsung berdiri dengan kaget dan berteriak, "Ewan, hentikan!"Boom!Ewan melayangkan satu pukulan hingga kepala Keluarga Halim terpental.U

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2054

    Suara tamparan yang nyaring menggema ke seluruh tempat. Semua pandangan, dalam sekejap, tertuju pada Ewan dan Dullah.Dullah menutup pipinya dan menatap Ewan dengan penuh kebencian, lalu mencibir, "Ewan, apa yang kamu sombongkan? Sebentar lagi kamu bakal mati.""Asal tahu saja, setelah kamu mati, aku akan mencincang mayatmu, lalu melemparkannya untuk dimakan anjing."Ewan berkata dengan tenang, "Sepertinya tamparan tadi belum membuatmu belajar."Buk!Ewan menendang Dullah hingga terjatuh, lalu menendang wajahnya beberapa kali dengan keras. Dalam sekejap, wajah Dullah lebam dan bengkak."Sudah kubilang, jangan memprovokasi orang yang akan mati. Kalau nggak, aku akan menghabisimu dulu sebelum mati."Saat itu, dari tidak jauh terdengar teriakan seorang pria tua, "Bocah, jangan sombong! Kamu tahu nggak siapa Dullah itu? Kamu berani menyentuh adik dari Adipati Jawara, kamu ingin mati?""Aku peringatkan kamu ...."Sret!Tubuh Ewan melesat, diikuti dengan suara tamparan.Plak!Ewan menampar w

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2053

    Angin dingin bertiup kencang.Pepohonan di pinggir jalan bergoyang hebat, mengeluarkan suara deru yang menusuk telinga, seolah-olah seperti panggilan maut."Salju yang baik pertanda panen yang melimpah. Sepertinya tahun depan akan bagus," kata Latif."Entah kita masih bisa melihat pemandangan tahun depan nggak?" Dewa Perang menimpali, "Masuklah!"Ewan mendorong kursi roda Dewa Perang. Rombongan mereka berjalan menembus angin dan salju, melangkah masuk ke gerbang Kota Terlarang.Kota Terlarang ... tempat ini dulunya adalah simbol kekuasaan kekaisaran.Walaupun telah melewati ratusan tahun diterpa angin dan hujan, pergantian dinasti, serta perubahan zaman, kota kekaisaran ini tetap berdiri kokoh. Meski tembok kota yang tinggi itu sudah usang dan penuh bekas waktu, tetap memancarkan aura yang membuat orang merasa segan.Setelah Ewan dan rombongannya berjalan beberapa saat, mereka melihat seorang gadis yang berdiri di tengah badai salju sambil memegang payung kertas.Candy!Candy sedang me

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2052

    Mobil melaju beberapa saat.Latif berkata, "Ewan, sepanjang hidupku, aku paling menyesal sama Ega sekeluarga. Aku berharap di kehidupan berikutnya, masih ada kesempatan untuk menebus kalian.""Ini, peganglah."Latif mengeluarkan sebuah pil dari sakunya dan menyerahkannya kepada Ewan.Ewan mendekatkannya ke hidung untuk mencium aromanya, lalu bertanya, "Racun?""Ya." Latif berkata, "Kalau kita kalah tapi kamu belum mati dan Manggala ingin menyiksamu, minumlah pil ini, bisa mengurangi penderitaanmu."Ewan langsung meremas pil itu hingga hancur, lalu berkata, "Nggak perlu. Aku nggak akan membiarkan mereka menyiksaku. Aku akan bertarung sampai detik terakhir."Latif menghela napas, "Sifatmu yang ekstrem ini, benar-benar sama persis dengan Ega."Tiba-tiba, sopir menghentikan mobil."Pak, di depan ada yang mengadang," kata sopir.Ewan menjulurkan kepala melihat ke depan. Tampak ada ribuan orang yang berdiri di depan jalan, masing-masing memegang semangkuk arak di tangan.Pemimpinnya adalah C

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status