Widopo membantu menjelaskan, "Walaupun dia nggak masuk Daftar Naga, kekuatan adikku sebenarnya nggak jauh dari Barry."Putri Naga mencibir, "Tetap saja, namanya nggak ada di Daftar Naga."Dika terdiam.Beberapa saat kemudian, dua sosok yang bertarung itu berpisah dengan cepat."Pfftt!"Barry memuntahkan seteguk darah, wajah tampannya tampak pucat."Kamu kalah," kata Ewan, dengan sedikit rasa sayang di hatinya."Ya, aku kalah," jawab Barry dengan tenang."Kamu masih punya kesempatan, kamu bisa mencabut pedangmu," kata Ewan.Barry menggeleng, "Aku nggak pernah menghunus pedang kepada teman."Ewan merasa tersentuh, tapi juga iba.Barry terlalu menjunjung perasaan dan kesetiaan, bahkan sampai saat ini pun dia masih ingin mengorbankan dirinya."Ewan, apakah aku temanmu?" tanya Barry."Bukan," jawab Ewan tanpa ragu.Sorot mata Barry sempat meredup. Namun, Ewan melanjutkan, "Saat kita bertarung bersama di wilayah utara, bagiku kamu sudah seperti saudara."Saudara?Barry tertegun sejenak, lalu
Read more