"Baiklah ...."Setelah Millie pergi, Ewan berpikir sejenak, lalu menelepon Nazar.Begitu telepon tersambung, Nazar langsung mengomel, "Dasar bocah kurang ajar, pagi-pagi begini kamu telepon aku buat apa? Aku masih tidur!"Ewan berkata, "Jangan tidur lagi. Cepat bangun, ikut aku ke barat daya."Tanpa pikir panjang, Nazar langsung menolak, "Nggak mau, aku mau tidur."Ewan kesal. "Mumpung masih hidup, jangan tidur terus. Nanti setelah mati bisa tidur selamanya. Cepat bangun, ikut aku ke barat daya.""Sialan, kamu kutuk aku ya!" maki Nazar. "Aku hajar kamu ya!""Sudah, jangan banyak omong, cepat bangun," kata Ewan. "Kita ketemu di Sungai Jigali.""Sungai Jigali?" Nazar penasaran. "Kamu ke sana buat apa?"Ewan menjawab, "Gali makam!"Begitu mendengar soal menggali makam, Nazar langsung tertarik. "Makam siapa?""Jangan tanya macam-macam. Kamu ikut atau nggak? Aku kasih tahu ya, itu makam besar kelas dewa, hartanya tak terhitung," kata Ewan. "Kalau kamu nggak mau, aku panggil Tandi saja.""Ja
Read more