Share

Bab 2189

Author: Rexa Pariaman
"Tapi tempat ini sangat aneh." Nazar kembali bertanya kepada Ewan, "Kamu benar-benar nggak membohongiku?"

"Nggak," jawab Ewan dengan tegas.

"Kalau begitu aneh, tempat ini dilihat dari mana pun nggak seperti ada makam besar kelas dewa." Nazar mengerutkan kening.

Speedboat terus melaju, berbelok dari tikungan lembah, lalu memasuki pintu masuk Ngarai Naga Suci.

Terlihat di kedua sisi lembah, puncak-puncak gunung menjulang tinggi, tebing curam berdiri tegak, tampak megah dan menggetarkan hati.

Di da
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2867

    "Buku itu disimpan di lantai tiga. Nanti akan kuambilkan untuk kalian."Mendengar itu, Nazar sangat gembira dan berkata, "Aku akan menghafal semua koordinatnya. Mulai sekarang, kita bisa pergi ke mana pun yang kita mau.""Oh ya, Dewi, bagaimana cara menggunakan Rune Formasi Mahasuci ini?""Sangat mudah. Cukup alirkan energi murni ke dalamnya." Setelah berkata demikian, energi murni yang sangat besar muncul dari telapak tangan Dewi Kembang dan dialirkannya ke dalam lempengan batu.Buzz! Dalam sekejap, lempengan batu itu aktif dan memancarkan cahaya yang sangat terang, membentuk sebuah lingkaran cahaya misterius.Di atas lingkaran cahaya itu juga ada beberapa rune khusus yang bersinar terang, terlihat seperti angka.Dewi Kembang menunjuk rune-rune itu dan berkata, "Dengan mengatur rune-rune ini untuk menentukan koordinat, kita bisa melakukan teleportasi."Tiba-tiba, Dewi Kembang segera menarik kembali energi murninya. Keringat halus mulai muncul di keningnya. Wajahnya pucat dan tubuhnya

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2866

    Nazar mengeluarkan separuh lempengan batu itu dan menyerahkannya kepada Dewi Kembang.Dewi Kembang menerimanya dan melihat sekilas. Ekspresinya langsung berubah. Dia berseru kaget, "Rune Formasi Mahasuci!"Rune Formasi Mahasuci?Ewan dan Nazar berpandangan. Hati mereka sama-sama dipenuhi keterkejutan. Di dunia kultivasi, apa pun yang berkaitan dengan seorang mahasuci pasti merupakan harta yang luar biasa."Dewi, kamu nggak cuma salah lihat, 'kan? Ini benar-benar Rune Formasi Mahasuci?" tanya Nazar.Dewi Kembang berkata, "Aku nggak mungkin salah lihat. Ini memang Rune Formasi Mahasuci.""Dulu, guruku memiliki satu Rune Formasi Mahasuci yang utuh. Tapi entah bagaimana, ketika Istana Kembang menghadapi musuh besar, Rune Formasi Mahasuci itu tahu-tahu hancur berkeping-keping.""Sayangnya, Rune Formasi Mahasuci milik kalian ini hanya tersisa separuh dan nggak lagi utuh."Ewan terus bertanya, "Apa kegunaan rune formasi ini?"Dewi Kembang menjawab, "Ini adalah Formasi Teleportasi yang diukir

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2865

    "Tuan Ewan, kamu baik-baik saja?" Midori juga bertanya.Ewan tersenyum. "Kalian tenang saja, aku nggak apa-apa."Nazar yang berada di sampingnya pun bergumam, "Kenapa kalian cuma peduli pada bocah ini? Nggak bisa peduli sedikit padaku?""Master, kamu nggak setampan Tuan Ewan. Untuk apa aku mengkhawatirkanmu?" Setelah berkata demikian, Midori bahkan tak lupa menjulurkan lidah dan membuat wajah jahil.Nazar melirik Midori dengan tatapan kesal dan menggerutu dalam hati, 'Wanita yang cuma melihat penampilan seperti ini dangkal sekali.'Ewan melirik ke sekeliling dan menyadari bahwa tidak ada satu pun penjaga di dekat Formasi Teleportasi. Bahkan, tidak terlihat satu mayat pun. Dia bertanya dengan heran, "Di mana para penjaga di sini?"Dewi Kembang menjawab, "Tadi waktu terjadi pertempuran besar di Kediaman Penguasa Kota, mereka semua pergi membantu. Midori mengikuti mereka dan melihat mereka masuk ke Kediaman Penguasa Kota bersama ribuan prajurit."Ewan baru mengerti. Ternyata para penjaga

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2864

    Di hadapan Ewan, terlihat sebuah lempengan batu berbentuk setengah lingkaran, dengan ketebalan sekitar 7 sentimeter dan ukurannya sebesar telapak tangan. Di bagian depan lempengan batu itu terukir rune-rune yang sangat rapat.Ewan memungutnya dan mengamatinya berulang kali. Memanfaatkan kesempatan itu, Nazar buru-buru memasukkan kembali semua benda lain yang berserakan di tanah ke dalam lengan jubahnya.Beberapa saat kemudian, Ewan masih tidak menemukan apa pun yang istimewa dari benda itu. Dia bertanya, "Tua Bangka, benda apa ini?"Nazar menggeleng. "Nggak tahu."Tatapan Ewan seketika menjadi tajam."Apa maksud tatapanmu? Kamu pikir aku bohong?" Nazar berkata dengan tidak senang. "Aku benar-benar nggak tahu apa kegunaan benda ini."Ewan terus bertanya, "Dari mana kamu mendapatkannya?""Dari sini." Nazar berjalan ke depan sebuah peti dan berkata, "Waktu itu benda ini memang diletakkan di dalam peti ini. Petinya juga terkunci dan seluruh permukaannya dipenuhi debu. Sepertinya sudah sang

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2863

    "Aku cuma mendapatkan dua pil itu." Nazar bersikeras.Tanpa disadari, semakin Nazar bersikap seperti itu, semakin Ewan merasa ada yang tidak beres.Ewan menyampirkan satu tangannya ke bahu Nazar. Sikap akrab yang tiba-tiba itu membuat Nazar sedikit panik."Bocah Kurang Ajar, kamu mau apa? Jangan-jangan kamu punya niat lain terhadapku? Aku peringatkan, aku nggak tertarik sama pria.""Jangan bicara sembarangan," kata Ewan. "Kita ini teman baik, 'kan?"Nazar mengangguk. "Iya, tapi ....""Teman baik nggak akan membohongi temannya, 'kan?" kata Ewan. "Aku tahu kamu pasti mendapatkan harta lainnya. Keluarkan dan kasih aku lihat."Nazar menggelengkan kepalanya kuat-kuat, lalu berkata, "Nggak mau. Kalau kuperlihatkan ke kamu, kamu pasti akan merebutnya ....""Jadi kamu memang masih menyembunyikan harta karun. Keluarkan!" Sikap Ewan langsung berubah.Nazar sangat ingin menampar dirinya sendiri. Mulutnya memang bodoh!"Bocah, bukannya nggak boleh, tapi kita harus sepakat ya, kamu nggak boleh mere

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2862

    Nazar merasa sedikit gerah karena Ewan terus menatapnya. Dia bertanya, "Bocah, aku ini bukan gadis yang wajahnya secantik bunga. Kenapa kamu terus menatapku?"Ewan bertanya balik, "Batu spiritualnya sudah kuambil. Kamu nggak keberatan?"Nazar spontan menjawab, "Nggak kok."Hm? Kecurigaan di hati Ewan semakin kuat. Dia sangat mengenal Nazar. Orang tua ini adalah orang yang sangat terobsesi dengan uang. Bagaimana mungkin dia tidak keberatan?"Kamu benar-benar nggak keberatan atau sedang menutupi sesuatu?" tanya Ewan lagi."Aku benar-benar nggak keberatan," kata Nazar. "Tadi waktu kamu menghadapi Fathan, aku nggak membantumu. Aku merasa bersalah, jadi kali ini aku nggak akan berebut batu spiritual denganmu."Ada yang tidak beres. Ewan terlalu mengenal sifat orang tua ini. Tanpa alasan yang jelas, dia sama sekali tidak mungkin mengakui kesalahannya. Jangan-jangan benar, orang tua ini sudah mendapatkan sesuatu yang lebih bagus di gudang harta ini?"Keluarkan!" Ewan tiba-tiba membentak denga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status