Nazar tertegun, "Kenapa kamu tahu?"Ewan tersenyum tipis, "Coba tebak."Tebak apaan!"Ayo kita ke sana lihat." Setelah berkata begitu, Ewan langsung berjalan menuju arah lumpur. Tak lama kemudian, dia sudah melihat patung penjaga air itu."Orang tua, harta sebesar ini kenapa nggak kamu ambil?" tanya Ewan.Nazar memaki, "Harta apaan, cuma patung penjaga air dari tahun 1664, sama sekali nggak berharga."Ewan bertanya, "Kamu nggak mau?"Nazar berkata, "Aku nggak mau."Ewan kembali berkata, "Kalau begitu jangan menyesal. Patung penjaga air ini adalah harta luar biasa."Nazar sama sekali tidak percaya, "Kalau kamu suka, ambil saja. Aku nggak tertarik. Pokoknya, bahkan kalau kamu kasih ke aku sekalipun, aku nggak mau benda ini.""Kalau begitu aku ambil." Setelah berkata demikian, tubuh Ewan melesat, dalam sekejap ujung kakinya sudah menginjak punggung patung penjaga air itu. Zayn berbisik pada Nazar, "Senior, harta sebesar ini, kenapa kamu nggak tertarik?"Nazar memaki, "Cuma besi tua, nggak
閱讀更多