Mendengar Ewan ingin turun ke air, Zayn segera berkata, "Bos, di kapal ada perlengkapan selam, aku ambilkan.""Nggak usah, benda itu malah bikin susah gerak," kata Ewan. Setelah itu, dia mengulurkan tangan ke depan Nazar dan berkata, "Sini.""Apanya?" Nazar pura-pura tidak tahu, mendongak melihat langit.Ewan mulai tidak sabar. "Jangan banyak omong, cepat kasih aku dua lembar Jimat Penolak Air."Nazar langsung menolak. "Nggak ada.""Ada atau nggak?" Ekspresi Ewan berubah dingin. "Jangan paksa aku memukulmu."Mendengar itu, Nazar langsung menyingsingkan lengan baju. "Mau mukul aku? Bagus! Aku juga sudah lama ingin menghajarmu.""Ayo, kita coba saja. Jangan bilang aku nindas yang muda, siapa suruh kamu nggak menghormati orang tua."Sambil berkata begitu, Nazar melepaskan sembilan aliran energi murni. Sembilan energi itu berputar di belakangnya, membuatnya tampak seperti seorang pertapa sakti. Auranya luar biasa bak dewa.Dengan bangga, dia tertawa. "Bocah, jujur saja, aku sudah lama ingi
閱讀更多