Teilen

Bab 2191

Rexa Pariaman
Zayn merasa heran. "Master, kalau begitu, peti merah ini nggak menakutkan dong?"

"Omong kosong!" bentak Nazar. "Yang tadi aku bilang itu cuma salah satu kemungkinan."

"Ada kemungkinan lain, yaitu peti merah adalah benda sial."

"Orang di dalamnya mati dengan cara yang sangat mengenaskan. Menggunakan peti merah itu untuk mencegah arwah menjadi roh jahat, sekaligus membuat mereka nggak bisa bereinkarnasi selamanya. Itu adalah metode yang sangat kejam."

Zayn mendengus. "Ngibul buat nakut-nakutin ana
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2194

    Dua puluh mayat mengapung di permukaan sungai. Semuanya telungkup, wajah menghadap air dan punggung menghadap langit, kedua tangan dan kaki terentang. Pakaian mereka yang terendam air sungai menggembung, tampak sangat aneh.Saat ini, hari mulai menjelang senja. Kemunculan 20 mayat yang mengapung itu membuat suasana lembah yang gelap semakin terasa menyeramkan."Bos, jangan-jangan mereka ini ...."Ucapan Zayn belum selesai, Ewan sudah bertanya kepada Nazar, "Tua bangka, ini yang kamu sebut pertanda sangat baik?"Nazar juga tidak menyangka situasinya seperti ini. Dia berpikir cepat, lalu menyahut, "Bocah, jangan buru-buru. Bisa jadi mayat-mayat ini bukan orang dari kapal ini."Ewan mencibir. "Di kapal ini ada 20 anggota Organisasi Draken, sekarang di sungai juga ada 20 mayat. Kamu masih bilang bukan?"Nazar memutar bola mata. "Kamu 'kan belum lihat wajah mereka, gimana bisa yakin itu orang dari kapal ini?"Masih saja berkelit. Ewan mendengus dingin. "Nanti setelah kuangkat satu per satu,

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2193

    "Coba aku telepon lagi." Zayn kembali menelepon, tetapi hasilnya tetap sama, tidak ada yang mengangkat."Aneh, kenapa nggak ada yang jawab? Jangan-jangan mereka nggak ada di kapal?""Nggak mungkin, mereka datang untuk angkat mayat. Kalau nggak di kapal, mereka ada di mana?" Wajah Zayn penuh kebingungan.Ting! Tiba-tiba, ponselnya berbunyi. Setelah dilihat, ternyata Cantika mengirimkan sebuah tabel.Zayn membukanya. Di dalamnya tercatat nama, identitas, dan nomor kontak 20 anggota Organisasi Draken di kapal Naga Jaya II."Bos, Cantika sudah kirim data kontak mereka. Aku coba hubungi satu per satu." Setelah itu, Zayn mulai menelepon nomor pertama."Maaf, nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi ...."Dia mencoba nomor kedua."Maaf, nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi ...."Lalu nomor ketiga."Maaf, nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi ...."Saat Zayn hendak melanjutkan, Ewan menghentikannya. "Sudah, nggak usah telepon lagi.""Terus sekarang gimana, Bos?" tanya Zayn."Kita

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2192

    "Bos, ada apa?" Zayn merasa bingung."Jangan banyak tanya, cepat hentikan kapal!" bentak Ewan.Melihat ekspresi Ewan tidak beres, Zayn segera memberi perintah dan menghentikan speedboat. Saat itu, jarak mereka dengan kapal di depan hanya sekitar 40 meter."Tua bangka, kamu merasa ada yang aneh?" tanya Ewan.Nazar menatap ke depan, lalu menjawab, "Terlalu sunyi. Di sini air hijau dan pegunungan indah, lingkungannya tenang, tapi nggak terlihat seekor pun burung terbang. Bahkan suara serangga pun nggak ada, ini agak janggal."Ewan bertanya, "Zayn, ada berapa orang di kapal Naga Jaya II itu?"Zayn menjawab, "Ada 20 anggota Organisasi Draken. Mereka datang ke sini untuk angkat mayat.""Angkat mayat?" Nazar bingung. "Maksudnya?"Ewan menjelaskan, "Salah satu kapal Organisasi Draken tenggelam di sini, ada 30 anggota di dalamnya. Naga Jaya II datang untuk mengevakuasi jasad mereka."Mata Nazar langsung membesar. "Bukannya kamu bilang di sini ada makam besar kelas dewa? Kamu bohong?""Mana mung

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2191

    Zayn merasa heran. "Master, kalau begitu, peti merah ini nggak menakutkan dong?""Omong kosong!" bentak Nazar. "Yang tadi aku bilang itu cuma salah satu kemungkinan.""Ada kemungkinan lain, yaitu peti merah adalah benda sial.""Orang di dalamnya mati dengan cara yang sangat mengenaskan. Menggunakan peti merah itu untuk mencegah arwah menjadi roh jahat, sekaligus membuat mereka nggak bisa bereinkarnasi selamanya. Itu adalah metode yang sangat kejam."Zayn mendengus. "Ngibul buat nakut-nakutin anak kecil. Di dunia ini mana ada hantu.""Bodoh!" maki Nazar. "Kamu nggak tahu bukan berarti nggak ada.""Sama seperti dewa atau makhluk abadi, kamu belum pernah lihat, tapi bukan berarti nggak ada. Kalau nggak, dari mana asal semua legenda itu?"Zayn menjawab dengan santai, "Ya jelas karangan penulis novel."Seketika, Nazar dibuat kehabisan kata-kata. Wajahnya memerah karena kesal, lalu dia berkata dengan marah, "Kalau kamu nggak percaya omonganku, tanya saja bocah itu, orang dalam peti merah itu

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2190

    Ewan merasa agak heran, lalu berkata, "Kenapa di sini bisa ada begitu banyak peti gantung?"Nazar berkata, "Aku sudah keliling ke banyak tempat, tapi ini pertama kalinya melihat begitu banyak peti digantung."Zayn bertanya, "Master, orang-orang di dalam peti ini siapa saja?"Nazar menjawab, "Mana aku tahu?""Kenapa nggak tahu?" balas Zayn. "Tadi Master bilang tahu banyak, segala hal di dunia ini nggak ada yang nggak diketahui. Masa isi peti saja nggak tahu?"Seketika, wajah Nazar memerah. Dia lantas memelototi Zayn dengan dingin, "Diam! Nggak bicara nggak akan buat kamu jadi bisu!"Ewan mengaktifkan mata batin, lalu mendongak melihat langit. Dia mendapati bahwa di atas lembah ini terkumpul sangat banyak energi kebencian sampai seperti awan jamur. Pekat dan mengerikan.Ewan berkata, "Kalau tebakanku nggak salah, orang-orang di dalam peti gantung ini semuanya mati secara nggak adil."Nazar heran. "Kenapa kamu bisa bilang begitu?""Insting." Ewan tidak mengatakan bahwa dia melihat energi

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2189

    "Tapi tempat ini sangat aneh." Nazar kembali bertanya kepada Ewan, "Kamu benar-benar nggak membohongiku?""Nggak," jawab Ewan dengan tegas."Kalau begitu aneh, tempat ini dilihat dari mana pun nggak seperti ada makam besar kelas dewa." Nazar mengerutkan kening.Speedboat terus melaju, berbelok dari tikungan lembah, lalu memasuki pintu masuk Ngarai Naga Suci.Terlihat di kedua sisi lembah, puncak-puncak gunung menjulang tinggi, tebing curam berdiri tegak, tampak megah dan menggetarkan hati.Di dalam lembah, cabang Sungai Jigali berkelok-kelok, airnya hijau berkilau, begitu indah, seolah-olah adalah surga tersembunyi."Bos, cepat lihat!" Zayn tiba-tiba berteriak, menunjuk ke tebing di kejauhan.Ewan segera mendongak dan melihat di tebing curam itu ada sebuah peti mati hitam."Ini ... peti gantung?" Ewan terkejut.Nazar melirik sekilas, lalu berkata dengan santai, "Nggak ada yang aneh. Di Akademi Nagendra juga ada peti gantung, bahkan lebih dari 100."Zayn berkata, "Tebingnya setinggi itu

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status