Keesokan harinya, pagi-pagi sekali.Saat Ewan dan Tiara turun ke lantai bawah untuk sarapan, Fikri keluar dari kamarnya. Rambut Fikri berantakan dan penampilannya terlihat kusut, tetapi kedua matanya sangat cerah."Guru, aku sudah menguasai teknik jarum emas!" seru Fikri dengan penuh semangat."Selamat." Ewan benar-benar merasa senang untuknya.Bagaimanapun, Fikri sudah tidak muda lagi. Pemahamannya jauh di bawah Tiara. Namun, bisa menguasai teknik jarum emas dalam beberapa hari sudah cukup bagus.Buk! Fikri berlutut di hadapan Ewan, lalu bersujud tiga kali dengan hormat dan berkata dengan penuh rasa syukur, "Guru, terima kasih.""Nggak perlu sungkan denganku. Cepat berdiri dan pergi sarapan," kata Ewan.Fikri tersenyum. "Aku nggak mau ganggu Guru dan Bu Guru. Aku sudah beberapa hari nggak mandi, jadi aku harus pulang untuk ganti pakaian dulu.""Baiklah. Setelah pulang, istirahatlah dengan baik," pesan Ewan.Pukul 9 pagi, terdengar ketukan dari luar vila."Tiara, ikut aku menyambut tam
Read more