"Aku butuh satu juta batu spiritual!"Setelah Ewan mengucapkan itu, semua orang yang ada di sana sontak terkejut.Saat ini, Nazar baru menyadari bahwa Ewan datang ke kediaman ini untuk meminta batu spiritual. Dalam hati, dia mengumpat, 'Bocah sialan ini benar-benar nggak tahu malu.'Cadit menggerutu dalam hati, 'Kamu minta batu spiritual sebanyak itu? Besar sekali nyalimu.'Rafli menatap Ewan dengan getir. 'Aku memang bilang kamu harus berpikiran lebih luas, tapi bukan berarti seluas ini juga!'"Kenapa? Nggak bisa ya?" Ewan menatap Rafli dan bertanya, "Kakak adalah penguasa kota. Jumlah batu spiritual sebanyak ini seharusnya bukan masalah bagimu, 'kan?"'Kamu pikir jumlah yang kamu minta itu sedikit? Satu juta lho!' Rafli menarik napas dalam-dalam, lalu berkata, "Willy, kamu mungkin nggak tahu. Meskipun Kota Ampat kaya, setiap tahun kami harus membayarkan satu juta batu spiritual ke Aliran Hitam Putih. Setelah membayar sebanyak itu, aku nggak punya banyak batu spiritual lagi.""Aku ben
Read more