"Bukan aku pelakunya!" Bodhisattva Naga sontak berteriak, "Memang benar aku Bodhisattva Naga, tapi aku nggak pernah pergi ke Kota Purnama, nggak pernah membunuh Fathan, apalagi membantai prajurit.""Selain itu, tingkat kultivasiku rendah. Mana mungkin aku berani menantang Aliran Hitam Putih?""Anggap saja semua itu benar-benar perbuatanku, memangnya aku akan meninggalkan namaku? Bukannya itu sama saja cari mati?"Puspita tertawa saking marahnya. "Kalau bukan kamu yang melakukannya, siapa lagi?""Meskipun aku nggak tahu siapa pelakunya, jelas ada seseorang yang ingin menjebakku," sahut Bodhisattva Naga. Dia berkata dengan penuh kebencian, "Kalau sampai aku tahu siapa yang menjebakku, aku pasti nggak akan melepaskannya.""Sudahlah. Sekarang semuanya sudah seperti ini, jangan berkilah lagi." Puspita mengira Bodhisattva Naga sedang berbohong. Dia tidak mau membuang waktu lagi dan mengangkatnya, bersiap meninggalkan aula utama."Tunggu!" Tetua Keenam tiba-tiba angkat bicara. Tatapannya ding
Leer más