Mendengar perkataan itu, hati Ewan terasa seperti disayat pisau."Tuan Ewan, sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini. Di sini terlalu dingin," kata Midori.Ewan melirik Midori. Melihat gadis kecil itu menggigil hebat karena kedinginan, dia segera mengambil keputusan."Tua bangka, kamu berjalan di depan.""Nggak peduli seberapa luas dataran es ini, kita harus keluar dari sini."Ewan kemudian berkata kepada Dewi Kembang, "Kamu juga harus bertahan. Percayalah padaku, aku pasti bisa menyembuhkanmu."Ewan sudah mengambil keputusan. Sebelum mencapai saat terakhir, dia tidak akan menyerah. Sesulit apa pun keadaannya, dia akan mencari segala cara untuk menyembuhkan Dewi Kembang."Ayo!"Setelah berkata demikian, Nazar langsung memelesat terlebih dahulu.Tak disangka, baru saja Nazar berjalan tak jauh, tubuhnya tiba-tiba terpental dan terjatuh."Aduh, sakit sekali."Sebuah benjolan besar muncul di dahi Nazar.Perubahan mendadak itu membuat Ewan tertegun."Tua bangka, apa yang terjadi?" tan
Read more