Nazar berkata, "Latif, demi melindungi cucumu, aku bahkan mempertaruhkan nyawaku sendiri. Gimana? Cukup luar biasa, 'kan?""Terima kasih, Nazar," ucap Latif dengan wajah penuh rasa terima kasih."Cuma segitu?" Nazar tampak tidak puas dengan ucapan terima kasih itu."Kalau nggak begitu, mau gimana lagi?" balas Latif.Nazar meletakkan sumpitnya dan berkata, "Latif, Ewan itu cucumu. Demi menyelamatkan dia, aku nyaris kehilangan nyawa, bahkan sudah menghabiskan begitu banyak Jimat Petir. Kalau kamu cuma berterima kasih dengan kata-kata, bukankah itu terlalu nggak tulus?""Terus, maksudmu apa?" tanya Latif.Nazar mengangkat dua jarinya."Aku paham," kata Latif sambil tersenyum menggoda. "Nanti aku suruh Rindra carikan dua wanita untukmu. Nazar, ternyata kamu cukup nakal juga. Satu nggak cukup, mau dua sekaligus.""Yang kumaksud bukan wanita, tapi uang," kata Nazar dengan nada datar. "Kasih aku 2 miliar.""Oh, jadi yang kamu mau uang. Kenapa nggak bilang dari tadi?" timpal Latif. "Tapi kamu
Baca selengkapnya