Julia sontak ketakutan dan berbalik untuk merangkak mundur, tetapi belenggu kakinya terpasang pada rangka tempat tidur dan dia tidak bisa ke mana-mana."Alya, pembunuhan adalah tindak kriminal!" jerit Julia dengan putus asa. "Kalau kamu berani membunuhku, kamu juga akan masuk penjara!""Aku nggak peduli sekalipun aku harus masuk penjara, yang jelas kamu harus mati hari ini!" Alya mengangkat tangannya dan hendak menusuk Julia ...."Nyonya!""Alya!"Tepat pada saat itu, Emran bergegas masuk dari luar pintu ...."Berhenti!" Alya memutar arah pisaunya dan berseru ke arah Emran, "Jangan mendekat!"Emran langsung berhenti berjalan dan mengangkat tangannya. "Alya, tenanglah. Pisau itu berbahaya. Tolong dengarkan aku dan letakkan pisaunya dulu, oke?"Saat melihat Emran, emosi Alya langsung meledak.Air mata Alya mengalir dengan hebat. Matanya yang berkaca-kaca memancarkan sorot kebencian yang mendalam."Emran, aku nggak percaya padamu."Dada Emran sontak terasa sesak. "Alya, dengarkan dulu pen
Read more