Keesokan paginya, Vano dan Alya berangkat menuju pemakaman Keluarga Nantar.Setelah ziarah, mereka pun kembali ke rumah Keluarga Nantar.Hari ini, Albert akan datang untuk memeriksa denyut nadi Alya.Setelah Alya pergi, Vano menatap Paman Dodit dan berkata, "Telepon Emran."Paman Dodit mengangguk. "Baik."Begitu menerima telepon dari Vano, Emran segera bergegas ke rumah Keluarga Nantar.Paman Dodit sudah menunggunya. "Tuan Muda ada di ruang kerja. Mari kuantar Pak Emran ke sana."Emran mengangguk dan mengikuti Paman Dodit menuju ruang kerja di lantai atas.Di luar ruang kerja, Paman Dodit mengetuk pintu. "Tuan Muda, Pak Emran telah tiba.""Masuk."Paman Dodit mendorong pintu hingga terbuka. "Pak Emran, silakan masuk."Emran melangkah masuk ke ruang kerja.Paman Dodit pun menutup pintu.Vano duduk di kursi roda sambil menghadap ke luar jendela ruang kerja yang besar dan terbentang dari langit-langit."Kakak," sapa Emran dengan suara rendah.Vano mengendalikan kursi roda secara otomatis
Read more