"Jadi aku punya Daddy?" Edgar bertanya dengan wajah sumringah, berbeda dengan tadi.Ia menatap Prams dan Elina bergantian. Lalu, pandang matanya beralih pada Wylan, yang diam-diam mengintip dari balik dinding pembatas ruang tamu. Merasa kehadirannya tidak berguna untuk saat ini, Wylan pun melambaikan tangan lalu melangkah menuju kamar yang sudah dipersiapkan untuknya. Kemudian, Edgar kembali menatap sang Ayah, Ibu, lalu bertanya lagi, "Apa benar laki-laki bertato ini Daddy aku?" Ia menunjuk tato di lengan Prams. Elina menatap sang Mafia, "Jawab Hubby, apa benar kamu Ayah dari Edgar."Prams yang sedari tadi berdiri, kemudian duduk di samping Edgar, dan mengangkat tubuh mungil itu dengan mudah. Ia menundukkan Edgar di atas pangkuan, "Ya, aku adalah Daddymu. Tanpa aku kamu tidak akan pernah ada di dunia ini. Dan aku masih hidup, tidak seperti yang dikatakan oleh Mommymu. Paham?" Prams melirik Elina yang kembali menahan tawa. "Ohh, okeyy." Bocah pintar itu manggut-manggut. "Jadi sela
Last Updated : 2026-01-04 Read more