“... Kita adalah pendiri Panthera Kroy!” Anna terhenyak, matanya membelalak sempurna. Udara terasa direnggut dari paru-parunya, dadanya terasa sesak, sakit—ia kesulitan bernapas. Gejolak amarah, kekecewaan, dan rasa tidak percaya berkecamuk dalam pikirannya, membuatnya linglung. Untuk sesaat, tatapan Anna terasa kosong. “Anna...?” Baliant memanggil dengan suara keras. Anna tersentak. “A-apa... apa Ayah bilang?” “Keluarga kita adalah pendiri Panthera Kroy,” ulang Baliant dengan suara ditekan. Ia mundur dan menatap langit-langit ruangannya, tatapannya tampak merenung. “Apa kau tidak sadar? ‘Kroy’ adalah kebalikan dari ‘York’, nama keluarga kita. Karena kitalah yang membentuk Panthera Kroy dan menjadi pemimpin di setiap generasi.” Anna membeku di tempat, darah menghilang di wajahnya. Matanya memelototi ayahnya, berharap itu semua hanya lelucon semata. Namun, wajah serius ayahnya membuktikan bahwa ucapannya bukan sekadar bualan. Keluarga York benar-benar pendiri Panthera Kroy. “K
Read more