“Gurun?”Kaiden, Vargaz, dan para mata-mata tercengang ketika menyadari bahwa mereka tiba di gurun terbuka, alih-alih sebuah bunker.Terowongan itu rupanya sebuah jalan menuju gurun luas yang jauh dari wilayah Mosirette. Mereka menoleh, menatap dinding perbatasan yang menjulang beberapa mil di depan sana.“Apa terowongan itu hanya sebuah jalan pintas?” Kaiden bergumam sendiri dengan kening berkerut bingung. Pandangannya mengedar, tetapi ia tidak menemukan tanda-tanda akan adanya jalan masuk menuju sebuah bunker bawah gurun. Satu-satunya pemandangan adalah sebuah pohon besar yang menjulang beberapa kaki di depan mereka. “Ini aneh.”“Kami juga tidak menemukan jebakan apa pun selama di terowongan, Tuan,” sahut Vargaz dan yang lain menimpali setuju.“Ya, sama seperti terowongan yang aku lewati,” jawab Kaiden dengan hela napas kasar. Ia berdiri diam di depan jalan keluar terowongan, sekali lagi menelisik keadaan sekitar dengan cermat. Namun nihil. Tidak ada apa pun yang menunjukkan tanda
Read more