Kanina dan Althan berdiri di balik pintu ruang rawat yang terbuka sedikit. Dari tempat itu, mereka dapat melihat pertengkaran yang semakin memanas di dalam ruangan. Suara Sartika dan Ratna saling bersahutan, memenuhi ruang yang seharusnya menjadi tempat pasien seperti Ralia beristirahat dan memulihkan diri. Di tengah semua keributan itu, Ralia hanya mampu menangis di atas ranjang, sementara Harsya masih duduk terpaku di sudut ruangan tanpa mengatakan sepatah kata pun.Kanina memandang pemandangan itu dalam diam. Wajahnya tenang. Tidak ada lagi kemarahan ataupun rasa sakit yang dulu pernah memenuhi hatinya.Namun, jauh di balik ketenangan itu, sorot matanya menyimpan perasaan yang sulit dijelaskan. Dia tidak sedang merasa senang melihat penderitaan orang lain. Sebaliknya, pemandangan itu justru mengingatkannya bahwa kebencian, keserakahan, dan ambisi yang berlebihan pada akhirnya hanya akan melukai semua orang, termasuk diri sendiri.Entah berapa lama Kanina terdiam di sana, s
Baca selengkapnya