Malam itu, toko sudah lama ditutup. Lampu di bagian depan dimatikan, menyisakan cahaya hangat dari lampu kerja di sudut meja.Di ruang belakang, Artanti sudah tertidur lelap—napasnya teratur, memberi rasa damai yang sederhana.Kanina sendiri masih duduk di antara rak bunga, menyelesaikan pesanan buket untuk besok. Rencananya, dia akan bermalam di toko.Tangkai-tangkai bunga tersusun rapi di atas meja, sebagian sudah dia potong, sebagian lagi menunggu untuk dirangkai. Tangannya bergerak perlahan, tidak tergesa, justru hati-hati, menikmati setiap proses kecil yang kini terasa semakin akrab.Dalam hening, ponselnya yang tergeletak di atas meja bergetar pelan. Kanina melirik sekilas, lalu meraihnya ke dalam genggaman.Satu pesan masuk, dari nomor yang tidak tersimpan di dalam kontak, tetapi terlalu familiar untuk tidak dikenali.“Ralia, apa lagi kali ini?” gumamnya samar.Beberapa hari yang lalu, Ralia sempat mengirimkan belasan foto pernikahannya dengan Harsya. Dengan penuh rasa
最後更新 : 2026-05-02 閱讀更多