"Baiklah kalau begitu, aku mau kamu membuatkan taman cinta di atas awan, Vid. Terus di puncak gedung pencakar langitmu, harus ada taman cinta spesial hanya bisa diakses kita berdua. Isinya bunga kesukaanku, dan atapnya harus terbuat dari kaca, biar kita bisa melihat bintang setiap malam.""Dan?" David tersenyum tipis, dua alisnya terangkat dan matanya berbinar."Dan aku mau kamu menanam pohon. Satu pohon untuk setiap tahun kita menikah. Di pohon itu, kamu harus mengukir inisial nama kita. Setiap tahun, kita harus berjanji untuk menyiramnya bersama, agar cinta kita terus tumbuh.""Terus ...." David malah senang."Aku mau kamu menghabiskan satu hari penuh, dari matahari terbit sampai terbenam, tanpa ponsel, tanpa Boy, hanya kita berdua di rumah kecil, memasak makanan paling sederhana yang kamu tahu. Dan kamu tidak boleh marah, tidak boleh ketus, kamu harus menjadi pria paling hangat di dunia."David mengurai pelukannya, mencubit hidung Irish gemas. "Kamu mulai nakal sekarang, tapi aku s
Read more