“Biasa aja,” ucapnya merendah."Bukan biasa, Pak," potong Nadia. "Tapi realistis aja."Leo menggeleng kecil, tapi dalam hatinya, ada sesuatu yang terasa mengembang.Pujian itu menambah rasa percaya dirinya. Ia menatap Nadia lebih dalam."Kamu juga tertarik, ya…" batinnya.Ia mulai merasa lebih yakin.Cara Nadia berbicara, cara dia tersenyum, bahkan cara dia menatap, semuanya terasa seperti sinyal yang tidak sepenuhnya netral.Leo menyandarkan tubuhnya lebih santai sekarang."Berarti menurut kamu… aku ini tipe yang gampang didekati perempuan?" tanyanya.Nadia mengangkat bahu. "Bisa jadi.""Terus kamu?"tanya Leo balik, sedikit mencondongkan tubuhnya. "Termasuk?"Nadia tersenyum tipis, tapi tidak langsung menjawab.Ia hanya menatap Leo beberapa detik, lalu berkata pelan, "Aku beda, Pak."Leo mengangguk pelan."Justru itu yang bikin menarik," balasnya.Nadia tertawa kecil, tapi tidak membantah.Percakapan mereka terasa semakin ringan, tapi di balik itu, ada ketegangan halus yang mulai ter
続きを読む