"Eughh Jae...."Keola kehabisan napas, sayangnya Jaeden masih kurang puas mengecupi bibir Keola. Rasanya bibir Keola kebas dan bengkak sekarang. Jaeden yang kemarin tak ada apa-apanya, saat ini pria itu lebih buas dan sangat nafsu. "Hentikan!" Keola berteriak di telinga Jaeden. "Tidak bisa," balas Jaeden parau. Suaranya sangat berat.Jaeden mengangkat tubuh Keola dan membaringkannya dengan hati-hati. Keola terjebak tak bisa berkutik di bawah tubuh Jaeden. Tangan kanan Jaeden meremas da-da Keola bergantian, menghidu aroma tubuh Keola pada ceruk lehernya. Jaeden kecanduan dengan aroma red roses di tubuh Keola, di sana di sisi leher Keola, Jaeden membuat cap merah yang sangat kentara. Keola seperti disengat listrik, tubuhnya menegang saat Jaeden mengisap puncak da-danya. Sangat kasar dan menuntut, hisapannya mampu membuat da-da Keola mengencang. Jaeden berhasil meloloskan piyama yang dikenakan oleh istrinya, tampilan lekuk tubuh yang sangat sempurna, pinggangnya yang kecil dan ramping
Terakhir Diperbarui : 2026-01-29 Baca selengkapnya