Awalnya, Torin memacu Trot dengan kewaspadaan yang sewajarnya. Baginya, hutan ini hanyalah rintangan lain yang harus dilewati sebelum mencapai tujuannya. Ia tidak melihat ada pergerakan yang mencurigakan, hanya dahan-dahan pinus yang sesekali berderit karena beban sisa salju."Tenang saja, Trot. Kita sudah melewati yang paling buruk di sungai tadi," bisik Torin sambil menepuk pelan leher kudanya yang tampak lebih tenang dari biasanya.Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama. Dari balik bayang-bayang pohon raksasa, sepasang mata merah gelap muncul, diikuti oleh sosok berbulu hitam legam yang sangat besar.Seekor serigala hitam yang ukurannya hampir menyamai serigala alfa yang dibunuhnya dulu, muncul dan menghalangi jalan. Serigala itu tidak menggeram; ia hanya berdiri mematung, menatap lekat ke arah mata Torin.Torin menarik kekang Trot, tangannya sudah siap di gagang busurnya. Namun, ada yang aneh. Bukannya menerjang, serigala itu justru menurunkan kepalanya. Dengan gerakan yang san
Last Updated : 2025-12-25 Read more