Melihat Kepala Suku Zano yang perkasa berlutut di hadapannya, Torin segera melangkah maju. Dengan gerakan yang sigap namun penuh hormat, ia memegang kedua bahu pria tua itu dan membantunya berdiri."Maafkan aku, Tuan Zano. Jangan berlutut seperti itu," ucap Torin dengan suara rendah yang tulus. "Di mata ayahku, kau adalah saudara, dan bagiku, kau adalah pelindung yang aku hormati. Takhta bisa hancur, tapi persahabatan sejati harus tetap tegak."Zano berdiri dengan mata berbinar. Ia merasakan kekuatan di tangan Torin—bukan kekuatan yang menindas, melainkan kekuatan yang melindungi. Di belakang Zano, Bay dan Zeni pun ikut bangkit, masih dalam kondisi setengah tak percaya.Torin kemudian berbalik ke arah Pangeran Bay. Pemimpin pasukan elit itu masih mematung, tangannya kaku karena rasa kagum yang bercampur dengan sedikit sisa adrenalin duel tadi. Torin mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Bay dengan erat."Maafkan aku, Kak Bay," ujar Torin dengan senyum tipis yang jujur. "Aku hampir
Last Updated : 2026-01-11 Read more