"Kita cari yang aman dulu untuk Tiara. Jangan lupa pertimbangkan jarak, agar kamu tidak kesulitan jika terjadi sesuatu pada Tiara. Tidak berharap tapi, berjaga-jaga lebih utama.""Oke."Pintu diketuk, lalu sosok Alex muncul dalam diam. Wajahnya tegang, membuat David curiga."Jangan katakan jika ada tamu yang tidak ingin ditemui Daniel."Alex melirik ke arah Tiara, lalu Daniel. "Saya terima atau saya usir, Bos?""Dia sudah membuat janji?""Masih tentang yang kemarin.""Katakan padanya, aku akan menemuinya di kafe sebelah sepuluh menit lagi. Suruh dia menunggu di sana.""Baik, Bos."Daniel mengambil jasnya lalu memakainya sambil berjalan. "David, kamu temani Tiara di sini. Aku akan menemuinya.""Oke."Daniel menghampiri Tiara. " Aku tinggal dulu. Baik-baiklah di sini. David akan menemani dan menjagamu." Dia mengecup pipi Tiara cukup lama, dan berniat menggesernya ke bibir Tiara, tapi sayang, pensil tutup botol di tangan David lebih dulu mengenai pipi Daniel."Lakukan jika aku sudah tidak
Read more