Di sebuah kafe.Raline sedang menunggu seseorang. Biasanya kesabarannya sangat terbatas, tetapi kali ini dia tampak tenang dan sabar. Di sampingnya ada sebuah kantong belanja, di dalamnya terdapat tas model terbaru.Tak lama kemudian, seorang wanita paruh baya masuk. Penampilannya biasa saja, tetapi matanya memancarkan kecerdikan dan ketegasan. Begitu melihat Raline, dia langsung tersenyum hangat dan mendekat, "Bu Raline sudah lama nunggu ya?"Raline tersenyum tipis, "Nggak, silakan duduk, Shindy."Shindy adalah asisten pertama Devina di Negara Danmark. Namun, kemudian dia mengundurkan diri dan memilih untuk berkembang sendiri. Sekarang, dia juga sudah menjadi manajer beberapa artis di dalam negeri.Setelah duduk, Raline mendorong kantong belanja ke arahnya, "Ini hadiah untukmu, terima kasih sudah mau bertemu denganku."Shindy tampak tersanjung dan menutup mulutnya sejenak, tetapi tetap menerima hadiah itu. "Bu Raline terlalu baik. Apa pun yang ingin Ibu ketahui, aku pasti akan menjawa
Read more