Share

Bab 1107

Penulis: Ayesha
Dengan kelicikan dan cara bermain yang dimiliki Brielle saat masih berusia 20-an, jelas dia bukan tandingan Devina. Bahkan bisa jadi dia akan dihancurkan habis-habisan oleh berbagai tipu daya Devina.

"Terima kasih sudah memberitahuku semua ini," kata Raline sambil mengangguk pada Shindy, lalu dia menambahkan, "Lihat tas ini, kamu suka nggak?"

Shindy mengambil tas itu dan langsung terkejut. Matanya berbinar. "Ini nggak bisa dibeli di dalam negeri."

"Harus punya koneksi untuk mendapatkannya," jawa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1416

    Freyna memandangi Devina yang sudah mengamuk cukup lama dengan tetap tenang. Kemudian, dia menganalisis."Devina, sekarang bukan waktunya marah-marah. Wanita-wanita itu datang hanya karena mengincar uang. Kamu berbeda. Kamu masih muda, cantik, dan merupakan pacar yang diakui Ignas. Selain itu, dia pernah minta kamu lahirkan anak untuknya. Itu keunggulanmu."Devina menggigit bibirnya dan menutup perutnya dengan tangan."Keunggulan?" katanya dengan kesal. "Sekarang begitu banyak wanita mengelilinginya. Aku bahkan nggak punya kesempatan untuk menemuinya."Rencananya juga telah berantakan. Awalnya dia ingin segera hamil agar kedudukannya naik. Namun sekarang, Ignas bahkan tidak punya waktu untuk memperhatikannya. Padahal proses bayi tabung berikutnya masih membutuhkan partisipasi Ignas."Kita nggak boleh panik sendiri." Freyna melangkah maju dan menepuk bahunya. "Aku sudah cari tahu. Meskipun Ignas pernah berhubungan dengan wanita-wanita itu, di antara mereka nggak ada lagi dasar perasaan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1415

    Setelah bel pintu berbunyi, Brielle datang membukakan pintu.Dia menatap putrinya yang pulang sambil melompat-lompat dengan riang, lalu mengalihkan pandangan ke pria yang berada di belakang putrinya.Keinginan untuk mempertanyakan sesuatu kepada Raka kembali dia tekan. Dia khawatir dirinya tidak bisa mengendalikan emosi dan malah kembali bertengkar dengan Raka.Terlebih lagi, malam ini putrinya tampak sangat bahagia.Makan malam yang dimasak Lastri semuanya bercita rasa ringan dan tidak terlalu berminyak.Raka mengajak mereka ke meja makan. Begitu melihat hidangan favoritnya di atas meja, mata Anya langsung berbinar."Ada iga asam manis kesukaanku! Aku mau makan!""Ikut Papa cuci tangan dulu," kata Raka kepada putrinya.Anya langsung menggandeng tangannya dan mengikuti Raka menuju kamar mandi di lantai satu.Brielle berdiri di tempat dengan kedua tangan menyilang di depan dada. Pikirannya penuh dengan berbagai hal.Lastri yang melihatnya pun tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Nyo

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1414

    Di seberang sana, Smith segera mengangkat telepon. "Halo, Brielle.""Profesor, ada sesuatu yang ingin kutanyakan," kata Brielle dengan sopan sambil berusaha menahan gejolak emosinya."Katakan saja.""Aku ingin tanya, saat aku meneliti leukemia waktu itu, apakah data dan materi yang Profesor berikan merupakan hasil penelitian Profesor sendiri?" tanya Brielle."Eh, soal itu ...." Smith tertegun. Dia tidak langsung menjawab, seolah-olah sedang memikirkan bagaimana harus menjelaskan.Brielle sebenarnya sudah mendapatkan jawabannya. Dia langsung mendesak, "Apakah data yang Profesor berikan saat itu sebenarnya adalah hasil penelitian awal ayahku?""Eh! Brielle, kok kamu bisa tahu?" tanya Smith dengan nada terkejut.Brielle menarik napas dalam-dalam. "Aku menemukan buku catatan lama milik ayahku. Banyak teori di dalamnya sangat mirip dengan materi yang pernah Profesor berikan. Jadi aku ingin tanya, saat Raka pertama kali mendanai laboratorium itu, proyek penelitian awalnya sebenarnya apa? Buk

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1413

    "Jam berapa kita pulang?""Aku sudah pesan restoran untuk makan siang. Kita bisa berangkat sekarang," kata Raka dengan suara rendah.Setelah itu, mereka meninggalkan lapangan golf dan pergi ke sebuah restoran privat dengan suasana yang tenang di dekat sana.Mungkin karena mereka pernah menjadi suami istri, di antara mereka tidak ada banyak kecanggungan maupun rasa sungkan. Bahkan ketika tidak banyak mengobrol, suasananya tetap terasa alami dan santai.Selama makan, Raka juga tidak sengaja membahas topik pribadi. Sebaliknya, Brielle mengajukan beberapa pertanyaan tentang Elliot. Dia ingin mengenal investor itu lebih jauh.Untuk itu, Raka menjelaskan semuanya dengan cukup rinci, sehingga Brielle merasa lebih tenang menerima investasinya tanpa perlu khawatir.Setelah makan siang, Raka tetap mengantar Brielle pulang ke rumah. Meskipun hari ini waktunya memang milik Raka, Brielle sudah mulai merasa lelah."Malam ini keberatan kalau aku mampir ke rumahmu untuk makan malam?" tanya Raka dengan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1412

    Brielle tertegun sejenak, lalu menerima botol air itu dan mulai minum. Setelah latihan barusan, dia mulai merasa olahraga ini tidak semembosankan yang dibayangkan.Mereka berdua berjalan ke area istirahat di dekat sana. Seorang pelayan datang mengantarkan minuman dingin dan sepiring buah potong.Melihat ekspresi Brielle yang tampak lebih santai, Raka berkata dengan santai, "Dari pihak kamar dagang, ada satu kuota untuk mengikuti konferensi pertukaran riset internasional di Negara Madagasa. Acaranya bulan depan.""Temanya berkaitan dengan perkembangan mutakhir di bidang ilmu saraf. Pak Elliot sudah bantu mengajukan berkas pendaftaranmu. Kamu bisa ikut."Brielle memang sedang memperhatikan konferensi itu. Karena itu, saat mendengar bahwa Elliot telah membantu mengajukan kuota untuknya, dia benar-benar terkejut sekaligus senang."Benarkah? Kalau begitu aku harus berterima kasih padanya."Raka mengangkat sudut bibirnya. "Ini cuma karena pihak investor optimis terhadap prospek proyek ini, j

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1411

    Brielle mengabaikan pujiannya. "Ayo berangkat."Sepanjang perjalanan, mereka tidak banyak berbicara.Setelah tiba di lapangan golf, suasananya begitu tenang dan asri. Hamparan rumput hijau membentang luas sejauh mata memandang, membuat siapa pun yang menginjaknya merasa segar dan rileks.Brielle pun merasakan hal yang sama. Sudah lama dia tidak melihat padang rumput sehijau ini. Tanpa sadar, suasana hatinya menjadi lebih rileks dan nyaman."Masih ingat gerakan yang diajari Lambert waktu itu?" tanya Raka tiba-tiba.Brielle mengingat kembali kejadian saat bermain golf sebelumnya. Saat itu, Lambert hanya mengajarinya cara memegang stik dan mengayunkannya. Namun sekarang, semuanya sudah terlupakan.Raka menyipitkan mata sambil tersenyum. "Hari ini aku yang akan ajari kamu.""Boleh nggak kalau aku nggak belajar?" tanya Brielle sambil mendongak."Karena sudah datang, kenapa nggak sekalian belajar? Setidaknya biar nggak sia-sia," bujuk Raka.Brielle berpikir sejenak. Karena ini adalah harga y

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 681

    Perbaikan rumah jelas membutuhkan waktu. Brielle pun mengambil keputusan untuk pindah rumah.Dia tidak bisa membiarkan putrinya tinggal di rumah yang memiliki potensi bahaya. Sudah saatnya berpindah ke tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman. Lagi pula, dengan kemampuan finansialnya sekarang, memb

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 684

    Pfftt!Brielle sampai menyemburkan seteguk air ke lantai karena kesal."Dari mana kamu tahu?"Lastri lalu menceritakan bagaimana dia bertemu Gavin hari ini. Dada Brielle naik turun beberapa kali. Apa sebenarnya maksud Raka? Dia memang memiliki delapan kali hak kunjungan, tetapi itu sama sekali bukan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 697

    Raka membawa hadiah itu dan duduk di sofa. Jemarinya yang panjang tanpa sadar mengusap tepi kotak hadiah.Beberapa detik kemudian, dia mengangkat tangan melihat waktu di jam tangannya, lalu berdiri dan melangkah keluar.Raka tidak naik lift, melainkan berjalan melalui tangga. Namun, baru saja dia me

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 698

    Lambert menatap Niro dengan agak terkejut. "Pak Niro masih muda sekali lho!"Niro juga punya kesan tentang Lambert. "Aku sudah lama mendengar nama Pak Lambert. Katanya Pak Lambert meraih banyak prestasi di industri pelayaran."Lambert tersenyum tipis. "Kamu terlalu memuji. Justru kamu, di usia semud

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status